PROGRAM PTM TERBATAS DI ERA PANDEMI, MEMBERI PENGARUH POSITIF DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Sejak Desember 2019 lalu, virus corona mulai masuk dan menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia. Virus yang berasal dari Negara China ini, telah banyak menelan ribuan korban jiwa. Bahkan hingga Agustus 2021 Indonesia masih menjadi salah satu Negara dengan penduduk paling banyak terserang virus mematikan ini. Angka kematiannya mencapai ribuan orang per harinya.Virus ini akan menyerang saluran pernafasan, yang nantinya akan menyebabkan kesulitan bernafas.Tak hanya itu, bahkan dampak dari virus ini sudah banyak kita rasakan. Salah satunya pemberhentian Sebagian aktivitas masyarakat dengan jangka waktu yang Panjang guna memutuskan rantai penularan covid-19 ini. Selain berdampak besar pada Kesehatan masyarakat, kasus ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi, sosial, dan Pendidikan. Masyarakat dianjurkan untuk mematuhi protocol kesehatan, yaitu dengan melakukan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). Upaya untuk menghambat penularan virus ini, telah menghambat kesejahteraan sosial yang sangat dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah tingkat kemiskinan yang semakin tinggi pada saat pandemic seperti ini.

Ditengah pandemic yang tengah melaju, dunia Pendidikan juga terkena imbasnya. Untuk mengatasi semua persoalan Pendidikan, terutama menyangkut nyawa manusia, pemerintah mengambil kebijakan memberhentikan aktivitas belajar-mengajar dan menggantikan system pembelajaran tatap muka (luring) dengan temu virtual atau pembelajaran daring. Pembelajaran daring ini sudah ditetapkan sejak awal pandemic dan berlangsung hingga saat ini.

Kebijakan yang dilakukan pemerintah, memberikan beberapa dampak positif. Pembelajaran daring mampu mengurangi penyebaran kasus covid-19 bagi guru, siswa dan elemen pendukung dunia Pendidikan lainnya. Di satu sisi, anak memiliki banyak waktu untuk keluarga, dan tidak banyak mengeluarkan biaya untuk sekolah seperti ongkos angkutan umum atau kendaraan pribadi, uang jajan, dan lain sebagainya. Namun disisi lain, mau atau tidak anak pasti harus mengeksplorasi kecanggihan teknologi.

Kebijakan belajar dari rumah tersebut, menimbulkan berbagai problematika baru bagi peserta didik dan guru. Terbatasnya kemampuan teknologi komunikasi dan juga banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli handphone berbasis android dan juga kuota internet. Belum lagi jika ada kendala dalam jaringan yang tidak selalu bagus. Kalau pun harus mencari Wifi, membutuhkan waktu, biaya dan jarak lokasi dari tempat tinggal ke daerah yang memiliki akses internet yang baik. Menyangkut biaya, tidak semua orang tua berada pada status social ekonomi yang mapan. Tidak jarang kita temukan di lapangan, anak dari kalangan menengah ke bawah memanfaatkan Rental Komputer untuk mencari data dan melaporkan tugas-tugas dari Bapak dan Ibu Gurunya. Pertanyaannya adalah bagi anak yang hidupnya Senin-Kamis, apa yang harus dilakukan orang tuanya ? Jangankan untuk membeli Android, untuk makan saja belum tentu ada.

Problematika ini tidak hanya dirasakan oleh para siswa, namun para guru juga dituntut harus bisa menggunakan jejaring media sosial agar dapat mengirim tugas-tugas kepada murid. Mengganti soal Latihan yang biasanya diberikan secara langsung, kini harus menggunakan google classroom atau aplikasi pembelajaran lainnya. Belum lagi ketidakikutsertaan siswa selama pembelajaran daring berlangsung dengan berbagai alasan. Usaha pemerintah dalam memaksimalkan pembelajaran daring adalah dengan membagikan kuota gratis kepada para guru dan siswa agar dapat mengikuti pembelajaran secara daring. Namun kondisi di lapangan belum mampu secara keseluruhan menjawab persooalan di lapangan.

Sejak Maret 2020, pemerintah menerapkan system PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) untuk memutuskan rantaip enyebaran virus covid-19. Kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yaitu dengan memberlakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas bagi daerah yang memiliki zona aman covid-19. Dengan dihadirkannya program ini ditengah pandemic, merupakan hal yang ditetapkan pemerintah melalui proses yang panjang, mengingat resiko penularan covid-19 yang akan semakin bertambah dan membutuhkan biaya persiapan yang banyak. Namun menurut pantauan pemerintah, program PTM terbatas sejauh ini masih berjalan cukup baik dan memberikan dampak yang positif. Beberapa sekolah yang sedang menjalankan program ini, diharapkan wajib menjalankan protocol kesehatan.

Dampak positif dari program PTM terbatas ini, antara lain mampu meningkatkan kreativitas peseta didik dan tenaga pengajar dalam membangun karakter siswa dan bagi siswa yang berada di wilayah yang sulit untuk mendapatkan sinyal mampu menjalankan pembelajaran yang optimal. Sekolah yang tengah menjalankan program PTM terbatas harus berpedoman dan mematuhi panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic covid-19 yang diterbitkan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Mentri Dalam Negeri, Mentri Kesehatan, dan Mentri Agama. Selainitu, pemerintah mewajibkan sekolah untuk menyediakan program PTM terbatas dengan mematuhi protocol kesehatan dan layanan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Selain itu,untuk mengoptimalkan sisem pembelajaran, satuan Pendidikan meluncurkan program guru sebagai penggerak merdeka belajar. Dimana, program ini adalah tentang esensi kemerdekaan berfikir yang harus didahului tenaga pendidik sebelum mengajar. Program guru sebagai penggerak merdeka belajar yang merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para orang tua, dan siswa. Menurut hema tpenulis, mereka belajar di sini memiliki makna yang esensial yaitu guru sebagaip encipta system pengajaran, mendapatkan hak otonomi untuk menciptakan segala sesuatu yang memudahkan dalam mentransfer ilmu dan siswa mendapatkan informasi pembelajaran secara maksimal.

Dengan adanya system ini, diharapkan adanya perubahan yang signifikan terhadap pendidikan Indonesia. Karena secanggih apapun teknologi yang ada sekarang, tidak ada yang dapat menggantikan peran guru sebagai penggerak menuju pendidikan yang lebih baik. Bagaimanapun guru merupakan aspek nyata dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan memahami langsung laku murid di sekolah. Guru penggerak diharapkan mampu merencanakan, menjalankan dan mengevaluasi hasil pembelajaran yang nantinya akan meningkatkan prestasi akademik siswa. Karena kunci dari Pendidikan adalah bagaimana guru mampu mengubah pembelajaran yang ada di dalam kelas, kearah yang lebih berkualitas.

Hadirnya program PTM terbatas, mampu memperbaiki psikologis siswa yang mengalami kejenuhan belajar di rumah. Berinteraksi langsung dengan teman di sekolahnya, menumbuhkan sikap sosial dan saling peduli, ketika belajar secara virtual dapat menyebabkan kesenjangan antara siswa yang memiliki fasilitas. Menurut ahli Psikologis, seorang siswa harus dibimbing untuk mengelola dan mengontrol emosinya dengan cara yang sehat, agar aman dan nyaman.

Pihak sekolah dan para siswa diharapkan mampu bekerjasama dalam menjaga protocol kesehatan dan melangsungkan pembelajaran dengan baik.Karena tidak semua sekolah dapat melakukan program PTM terbatas ini. Sekolah yang berada di zona merah covid-19 dilarang keras untuk melakukan program PTM terbatas dan dianjurkan untuk melakukan pembelajaran secara daring hingga suasana membaik kembali. Diberlakukannya program PTM terbatas ini adalah program yang paling ampuh untuk memperbaiki mutu pendidikan pada masa pandemic. Pihak sekolah diharapkan mampu menjaga prokes dan menjalankan panduan yang telah ditetapkan satuan pendidikan.

Situasi yang tidak kondusif yang telah terjadi selama 1,5 tahun ini membuat sebagian murid kehilangan waktu belajar dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Meski begitu, alangkah baiknya sebagai siswa tetap mempertahankan energy positif dan produktif meski belajar dari rumah. Harapannya,agar suasana membaik dan proses belajar-mengajar secara tatap muka dapat dilaksanakan secepatnya.


Tags: menulis felsi

About The Author

Balqis Naiziha Maulina

SMA Negeri Modal Bangsa Arun

Comments

Comment has been disabled.