Profesionalisme Seorang CekGu di Era Pandemi


Untuk menjadi seorang guru yang profesional tidaklah mudah. Secara akademik harus menjalani proses pendidikan sesuai disiplin ilmu dan relevan bidang yang akan digelutinya, baik secara formal, informal, maupun non-formal.. Secara mental harus siap menghadapi segala tantangan. Menurut KBBI, “Profesional,” mengandung arti bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sementara Profesi berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya). Sosok guru seperti inilah yang akan penulis paparkan berikut ini.

Sosok yang satu ini dilahirkan di Sebuah kota kecil yang bernama Dabo Singkep, 12 Juni 1962. Oleh Ayahandanya beliau diberi nama Endang Syupriadi Zubir yang kini berganti nama Mulyo. Kedua nama tersebut identic dengan tanah Jawa, padahal tidak sedikitpun tetes darah Jawa. Nama Endang Syupriadi Zubir, merupakan kenang-kenangan karena pernah dekat dengan Moyang Priangan Bandung. Sementara Mulyo nama pemberian dari Ayah angkatnya seorang polisi yang berasal dari Jawa. Alasannya“ Biar kamu jadi orang yang mulia di mata keluarga, masyarakat, terutama Allah Swt”. Subhanallah…

Sejak menikah dengan seorang gadis Aceh bernama Nurmasyitah, beliau telah dikarunia 4 orang putra. Putra pertama kelahiran 1991, Endang Ginong Pratidina merupakan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Putra kedua kelahiran 1995, Bernama Gilang Ramadhan Mulya baru saja menyelesaikan sidang skripsi di STIKES Bumi Persada Lhokseumawe, Fakultas Ilmu Keperawatan. Putra ketiga bernama Wildan Zaqqi kelahiran 1998, bekerja di PT.PIM sembari meggeluti Pendidikan di Fakultas Teknik Unimal Lhokseumawe. Putra keempat Bernama Euis Putri Ramadhani kelahiran 2002, kini sedang menggeluti Pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Hubungan Internasional di Unand-Padang.

Riwayat Pendidikan beliau, unik dan menarik. Menarik di sini adalah masa itu beliau pernah mengecap Pendidikan Taman Kanak-kanak Bayangkara di Dabo Singkep. Selam di SD, 4 kali beliau pindah sekolah karena keinginan sang-nenek, yaitu orang tua dari almarhumah Ibunda tercinta Hj. Maimun.

Setamat SDN.07, beliau kembali ke Tambelan. Di sini melanjutkan pendidikan di SMPN. Tambelan. Tamat tahun 1979, melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) jurusan Matematika-IPA (MA) dan tamat tahun 1982.

Di awal karir sebagai guru, beliau mengajar di SDN.07. Niat beliau sejak di SPG. Hanya bertahan 6 bulan, dan selanjutnya mengajar di SDS Bintan, selama 6 bulan. Pada liburan puasa pergi ke Aceh sebelum hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib dan kursus Bahasa Inggris selama 2 tahun.

Tahun 1985, beliau melanjutkan Pendidikan di Institut Seni Indonesia Yogjakarta (ISI), Fakultas Seni, Jurusan Dramaturgi. Tahun 1986, beliau memutuskan kembali ke Aceh dan mengajar di SMPN.3 Lhokseumawe dan SMPS Kosgoro. Selama satu tahun beliau membina, baca puisi, pantomim, tari, dan teater.

Sore itu, mentari perlahan menuju kaki Seulawah, ketika menerima info tentang penerimaan guru seni di Tamansiswa LNG. Arun. Berbekal pengalaman menjadi guru dan kuliah di ISI, beliau mencoba melamar. Tahap demi tahap tes dilalui hingga satu setengah bulan dan akhirnya diterima sebagai pamong (guru) di SDS.1 (Taman Muda 1) sejak 1987, sebagai guru kesenian. Beliau menyempatkan kuliah di PGSD Universitas Terbuka (UT) hingga selesai.

Berbagai aspek seni yang beliau ajarkan, diantaranya, baca puisi, pantomim, dan teater. Awal mula pembinaan teater hanya untuk pengembangan diri siswa, mengingat dari teater banyak ilmu yang dapat dipetik. Satu hal yang menarik dari pembelajaran teater menurut beliau, “ Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman dan keunikan seni teater sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan”.

Selama di SMPS Yapena, beliau tetap mengembangkan seni, disamping menyelesaikan S1 Bahasa Indonesia dan Sastra di Universitas Abulyatama Banda Aceh. Walau kuliahnya di Lhokseumawe pada Sabtu dan Minggu, tetap serius belajar hingga sidang skripsi meraih nilai 90-95 dengan prestasi “A”. Pembimbing utamanya adalah DR. Djailani, M.PD. “Dosen Killer”. Wow.....mendengarnya saja sudah jantungan, apalagi harus mendapatkan bimbingan. Menurut beliau biasa saja, karena juga dijuluki, “ “Guru Kejam, Guru paling Rapi, Guru Cerewet, Guru paling Keren, dan banyak lagi pernyataan lainnya.

Pengalaman mengajar beliau, diantaranya :

1. Guru SDN.07 Tanjungpinang-Kepri-1982

2. SD Swasta Bintan Tanjungpinang-Kepri-1982

3. SMPN 3 Lhokseumawe-Aceh-1986

4. SMP Swasta Kosgoro Lhokseumawe-Aceh 1986

5. Taman Muda (SD) Taman Siswa Arun-Aceh 1987-2001

6. SMP Swasta Yapena-Arun-Aceh-2001-2011

7. SMP Negeri Arun Lhokseumawe-Aceh 2011-2016

8. UniMal. Lhokseumawe-Aceh-2011-2015

9. SMA Negeri Modal Bangsa Arun-Aceh-2016-sekarang

Prestasi sebagai guru pembimbing:

  1. Juara I lomba baca puisi SD atas nama Radiatul Hikmah, Porseni tingkat provinsi.
  2. Juara II Tingkat Provinsi, lomba Baca Puisi Piala Maja, atas nama Masyitah Siswa Taman Dewasa (SMP) 2.
  3. Prestasi luar biasa adalah Jois Kartika Yolanda meraih juara I memperebutkan Piala Taufik Ismail se-Jabodetabek.
  4. Juara kedua Lomba Teater, yang diadakan SMA Mosa Banda Aceh.
  5. Juara I Musikalisasi Puisi yang diadakan SMA Mosa Banda Aceh.
  6. Tahun 2011 Meraih Emas LPIR di Solo Jateng.
  7. Tahun 2013 Meraih Perunggu LKIR di Denpasar Bali.
  8. Tahun 2014 Sebagai finalis LPIR di Tanggerang Selatan.
  9. Tahun 2015 Meraih Juara Harapan LPIR di Denpasar Bali.
  10. Tahun 2016, kembali meraih 2 Perunggu LPSN di Jakarta.
  11. Tahun 2017 sebagai finalis LPSN di Jakarta.
  12. Tahun 2018 sebagai finalis LPSN di Surabaya Jatim.
  13. Tahun 2019 sebagai finalis KoPSI di Jakarta.
  14. Pembimbing lomba LKJS SMP Tingkat Nasional 2014, di Yogjakarta, sebagai finalis.
  15. Pembimbing LKJS SMP Tingkat Nasional 2015, Meraih Perak, di Solo Jateng.
  16. Pada tahun 2020 Menulis Antologi Puisi bersama, Elvi, Marfinda, Nanta setia.
  17. Pada tahun 2020 Menulis buku “Guru Penggerak 2020” bersama guru (IGI).
  18. Juara III Lomba Baca Indihome Provinsi Aceh tahun 2021.

November 2021, beliau juga akan menunggu pengumuman Baca Puisi Tingkat Nasional melalui Vidio yang diadakan oleh PERRUAS Jakarta,

Sebagai guru, beliau termasuk dalam Guru aktif, di era Pandemi. Aktif dalam menulis dan selalu membuahkan hasil maksimal. Selain itu tidak suka dengan kata ‘menyerah”, “takut mencoba”, dan yang berbau tidak percaya diri. Beliau juga tidak suka dengan kegiatan yang menghabiskan waktunya.. Hidup hari ini, untuk membangun masa depan, bukan hidup untuk hari kemarin. Menurutnya bekerja dan berlatihlah sebaik-baiknya untuk masa depan dan tetap memperhatikan prokes.,

Sosok yang dikenal dengan nama Mulyo, selalu menunjukkan sikap optimis kepada orang lain. Pendapat beliau tentang Optimis adalah memiliki rasa percaya diri yang kuat dan selalu berfikir positif., terutama menghadapi situasi pandemic yang belum mereda.

Ada beberapa faktor yang harus ditekuni dalam bertindak, yaitu:

  1. Tujuan. Tentukan tujuan hidup, dan berusaha untuk mewujudkannya. Rencanakan yang terbaik untuk mencapai tujuan.
  2. Fokus. Fokus untuk mewujudkan keberhasilan, dan jangan terpengaruh dengan hal-hal yang menjatuhkan semangat dalam diri.
  3. Waktu. Jangan gunakan waktu untuk menyesali diri dan memikirkan hal-hal yang belum tentu benar.
  4. Lingkungan. Carilah lingkungan yang memberi kita sugesti positif. Karena rasa nyaman dapat membantu menciptakan keinginan yang kita kehendaki.

Jadilah orang yang pintar. Baca dan tulis. Tulislah apapun yang kau temui. Bacalah tanda-tanda dan hikmah dari kegagalanmu. Serta bacalah kebakan-kebaikan yang kau dapatkan dari segala kegagalan. Teruslah bermimpi dan berusaha. Jangan hiraukan mereka yang mencemoohkanmu. Kesuksesan adalah kekuatan dari doa dan usaha.

Akan kuubah cakrawala, pergi melangkah menapaki proses yang berjaya. Sebuah perjuangan yang kuat tak akan pernah menghianati usaha.


Tags: menulis felsi

About The Author

Indah Raisya

SMA Negeri Modal Bangsa Arun

Comments

Comment has been disabled.